Kegemukan Adalah - Wanita pasti tidak menyukai kata kegemukan, kenapa? karena kegemukan akan membuat wanita terlihat lucu dan sangat tidak menarik. Lemak di mana-mana dan susah menyesuaikan pakaian yng moderen.
Arti kegemukan sangat bervariasi terggantung bagaimana kita memandangnya namun secara umum kegemukan adalah kelebihan lemak tubuh yang dialami oleh seseorang secara khronis. seperti perut yng berlemak jka sudah terjadi anda seharus segera tahu Cara Mengecilkan Perut. Pada kondisi normal, lemak tubuh berfungsi sebagai cadangan energi, pengatur suhu tubuh, pelindung dari trauma dan fungsi fungsi lainnya.
Secara ideal, pada tubuh seorang perempuan terdiri dari 25 – 30% lemak sementara pada laki laki 18 – 23%. Bila lemak tubuh melebihi 30% pada perempuan dan 25% pada laki laki maka orang tersebut sudah bisa dikategorikan gemuk atau obese.
Kegemukan dapat memicu timbulnya beberapa penyakit khronis yang sangat serius seperti :
1. Resistensi Insulin. Insulin dalam tubuh berguna untuk menghantarkan glukosa sebagai bahan bakar pembentukan energi ke dalam sel. Dengan memindahkan glukosa ke dalam sel maka insulin akan menjaga kadar gula darah ke tingkat yang normal. Pada orang gemuk terjadi penumpukan lemak yang tinggi di dalam tubuhnya, sementara lemak sangat sangat resisten terhadap insulin. Sehingga, untuk menghantarkan glukosa ke dalam sel lemak dan menjaga kadar gula darah tetap normal, pankreas sebagai pabrik insulin memproduksi insulin dalam jumlah yang banyak. Lama kelamaan, pankreas tidak sanggup lagi memproduksi insulin dalam jumlah besar sehingga kadar gula darah berangsur naik dan terjadilah apa yang disebut Diabetes Melitus Tipe 2.
2. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi). Hipertensi sangat umum terjadi pada orang gemuk. Para peneliti di Norwegia menyebutkan bahwa peningkatan tekanan darah pada perempuan gemuk lebih mudah terjadi jika dibandingkan dengan laki laki gemuk. Peningkatan tekanan darah juga mudah terjadi pada orang gemuk tipe apel (central obesity, konsentrasi lemak pada perut) bila dibandingan dengan mereka yang gemuk tipe buah pear (konsentrasi lemak pada pinggul dan paha).
3. Peningkatan Kadar Kolesterol (hypercholesterolemia).
4. Stroke.
5. Serangan Jantung. Penelitian terakhir menunjukan bahwa resiko terkena penyakit jantung koroner pada orang gemuk tiga sampai empat kali lebih tinggi bila dibandingkan dengan orang normal. Setiap peningkatan 1 kilogram berat badan terjadi peningkatkan kematian akibat penyakit jantung koroner sebanyak 1%.
6. Gagal Jantung.
7. Kanker. Walau masih menuai kontroversi, beberapa penelitian menyebutkan bahwa terjadi peningkatan resiko terjadinya kanker usus besar, prostat, kandung kemih dan kanker rahim pada orang gemuk. Pada perempuan yang telah menopause rawan terjadi kanker payudara.
8. Batu Empedu.
9. Radang Sendi (Gout).
10. Osteoporosis.
11. Gangguan Tidur.
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Efek Samping Obat
Efek Samping Obat - Jika anda terserang suatu penyakit tiba-tiba, tak lain yng ada di pikiran anda pasti adalah meminum obat sesegera mungkin. Tapi apakah anda tahu sebenarny obat itu ada efek sampingny. :?
Di maksud dengan Efek Samping Obat adalah dampak lain dari obat tersebut.Hal tersebut merupakan hasil interaksi yng kompleks antara molekul obat dengan tempat kerjany yng spesifik dalam sistem biologik tubuh. Misalkan saat mengalami batuk anda meminum obat batuk, namun saat obat ini bekerja menyembuhkan batuk dampak lainny adalah membuat anda juga mengantuk.
Sama seperti Efek Samping Obat Kuat Pria, dapat menambah stamina atau keperkasaan pria namun di balik itu obat kuat pria bisa membuat peminumnya terkena penyakit-penyakit lain bahkan bisa menyebabkan kematian jika si pengguna tidak melalui resep dokter.
~ Efek samping dapat diperkirakan :
1. Efek farmakologi yang berlebihan (disebut juga efek toksik) dapat disebabkan karena pemberian dosis relatif yang terlalu besar bagi pasien yang bersangkutan (terutama kelompok pasien dengan resiko tinggi, seperti bayi, usia lanjut, pasien dengan penurunan fungsi ginjal atau hati
2. Gejala penghentian obat (withdrawal syndrome) merupakan suatu kondisi dimana munculnya gejala penyakit semula disebabkan karena penghentian pemberian obat. Tindakan pemberhentian penggunaan obat hendaknya dilakukan secara bertahap.
3. Efek samping yang tidak berupa efek farmakologi utama, untuk sebagian besar obat umumnya telah dapat diperkirakan berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan secara sistematik sebelum obat mulai digunakan untuk pasien. Efek-efek ini umumnya dalam derajad ringan namun angka kejadiannya bisa cukup tinggi. Misalnya, rasa kantuk setelah pemakaian antihistamin; iritasi lambung pada penggunaan obat-obat kortikosteroid; dll.
~ Efek samping tidak dapat diperkirakan :
1. Reaksi Alergi, terjadi sebagai akibat dari reaksi imunologi. Reaksi ini tidak dapat diperkirakan sebelumnya, seringkali sama sekali tidak tergantung dosis dan bervariasi pengaruhnya antara satu pasien dengan yang lainnya.
2. Reaksi karena faktor genetik. Pada orang-orang tertentu dengan variasi atau kelainan genetik, suatu obat mungkin dapat memberikan efek farmakologik yang berlebihan. Efek obatnya sendiri dapat diperkirakan, namun subjek yang mempunyai kelainan genetik seperti ini yang mungkin sulit dikenali tanpa pemeriksaan spesifik.
3. Reaksi idiosinkratik. Istilah idiosinkratik digunakan untuk menunjukkan suatu kejadian efek samping yang tidak lazim, tidak diharapkan atau aneh, yang tidak dapat diterangkan atau diperkirakan mengapa bisa terjadi. Jadi reaksi ini dapat terjadi diluar dugaan. Meski demikian, reaksi ini relatif sangat jarang terjadi.
Efek samping dari obat dapat terlihat dari berbagai bentuk dan berbagai tingkatan. Ada yang ringan seperti mengantuk, batuk-batuk, mual, gatal-gatal, sampai yang berat seperti syok anafilaksis, gangguan dalam sistem darah, sampai kematian.
Efek samping mengantuk misalnya, mungkin tidak perlu pengatasan, bahkan seringkali dimanfaatkan pasien untuk bisa istirahat. Efek samping meningkatkan nafsu makan malah kadang dimanfaatkan untuk memicu nafsu makan anak yang ngga doyan makan. Tapi efek samping yang menganggu seperti mual bahkan sampai muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi misalnya, mau tak mau harus dicegah atau diatasi dengan obat anti mual, karena kemoterapinya itu sendiri juga tak mungkin dihentikan sebelum waktunya.
Dan jika efek samping suatu obat bisa mengancam jiwa, tentu obatnya harus dihentikan dan dicarikan alternatifnya yang lebih kecil efek sampingnya. Untuk hal ini tentu harus dikonsultasikan dengan dokter penulis resepnya.
Efek samping khas obat dapat dibaca pada leaflet/kemasan obat, atau dapat pula ditanyakan kepada apoteker saat membeli obat. Hampir semua obat memiliki informasi tentang efek samping yang mungkin ditimbulkannya. Yang agak susah adalah jika terjadi reaksi alergi. Tapi Anda boleh menggunakan patokan riwayat alergi keluarga, karena sifat alergi ini biasanya menurun. Nah jika sekirany penyakit alergi turun pada anda sebaikny anda berhati-hati membeli obat bebas.
Di maksud dengan Efek Samping Obat adalah dampak lain dari obat tersebut.Hal tersebut merupakan hasil interaksi yng kompleks antara molekul obat dengan tempat kerjany yng spesifik dalam sistem biologik tubuh. Misalkan saat mengalami batuk anda meminum obat batuk, namun saat obat ini bekerja menyembuhkan batuk dampak lainny adalah membuat anda juga mengantuk.
Sama seperti Efek Samping Obat Kuat Pria, dapat menambah stamina atau keperkasaan pria namun di balik itu obat kuat pria bisa membuat peminumnya terkena penyakit-penyakit lain bahkan bisa menyebabkan kematian jika si pengguna tidak melalui resep dokter.
Efek samping obat secara umum dibagi menjadi 2 yaitu :
~ Efek samping dapat diperkirakan :
1. Efek farmakologi yang berlebihan (disebut juga efek toksik) dapat disebabkan karena pemberian dosis relatif yang terlalu besar bagi pasien yang bersangkutan (terutama kelompok pasien dengan resiko tinggi, seperti bayi, usia lanjut, pasien dengan penurunan fungsi ginjal atau hati
2. Gejala penghentian obat (withdrawal syndrome) merupakan suatu kondisi dimana munculnya gejala penyakit semula disebabkan karena penghentian pemberian obat. Tindakan pemberhentian penggunaan obat hendaknya dilakukan secara bertahap.
3. Efek samping yang tidak berupa efek farmakologi utama, untuk sebagian besar obat umumnya telah dapat diperkirakan berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan secara sistematik sebelum obat mulai digunakan untuk pasien. Efek-efek ini umumnya dalam derajad ringan namun angka kejadiannya bisa cukup tinggi. Misalnya, rasa kantuk setelah pemakaian antihistamin; iritasi lambung pada penggunaan obat-obat kortikosteroid; dll.
~ Efek samping tidak dapat diperkirakan :
1. Reaksi Alergi, terjadi sebagai akibat dari reaksi imunologi. Reaksi ini tidak dapat diperkirakan sebelumnya, seringkali sama sekali tidak tergantung dosis dan bervariasi pengaruhnya antara satu pasien dengan yang lainnya.
2. Reaksi karena faktor genetik. Pada orang-orang tertentu dengan variasi atau kelainan genetik, suatu obat mungkin dapat memberikan efek farmakologik yang berlebihan. Efek obatnya sendiri dapat diperkirakan, namun subjek yang mempunyai kelainan genetik seperti ini yang mungkin sulit dikenali tanpa pemeriksaan spesifik.
3. Reaksi idiosinkratik. Istilah idiosinkratik digunakan untuk menunjukkan suatu kejadian efek samping yang tidak lazim, tidak diharapkan atau aneh, yang tidak dapat diterangkan atau diperkirakan mengapa bisa terjadi. Jadi reaksi ini dapat terjadi diluar dugaan. Meski demikian, reaksi ini relatif sangat jarang terjadi.
Cara mengatasi efek samping obat?
Efek samping dari obat dapat terlihat dari berbagai bentuk dan berbagai tingkatan. Ada yang ringan seperti mengantuk, batuk-batuk, mual, gatal-gatal, sampai yang berat seperti syok anafilaksis, gangguan dalam sistem darah, sampai kematian.
Efek samping mengantuk misalnya, mungkin tidak perlu pengatasan, bahkan seringkali dimanfaatkan pasien untuk bisa istirahat. Efek samping meningkatkan nafsu makan malah kadang dimanfaatkan untuk memicu nafsu makan anak yang ngga doyan makan. Tapi efek samping yang menganggu seperti mual bahkan sampai muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi misalnya, mau tak mau harus dicegah atau diatasi dengan obat anti mual, karena kemoterapinya itu sendiri juga tak mungkin dihentikan sebelum waktunya.
Dan jika efek samping suatu obat bisa mengancam jiwa, tentu obatnya harus dihentikan dan dicarikan alternatifnya yang lebih kecil efek sampingnya. Untuk hal ini tentu harus dikonsultasikan dengan dokter penulis resepnya.
Efek samping khas obat dapat dibaca pada leaflet/kemasan obat, atau dapat pula ditanyakan kepada apoteker saat membeli obat. Hampir semua obat memiliki informasi tentang efek samping yang mungkin ditimbulkannya. Yang agak susah adalah jika terjadi reaksi alergi. Tapi Anda boleh menggunakan patokan riwayat alergi keluarga, karena sifat alergi ini biasanya menurun. Nah jika sekirany penyakit alergi turun pada anda sebaikny anda berhati-hati membeli obat bebas.
Deteksi Kanker Serviks Sedini Mungkin
Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan kanker yang terjadi pada serviks uterus, yaitu daerah pada organ reproduksi perempuan yang terletak antara rahim dan vagina.
Sebelum sel-sel tersebut menjadi sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan itu biasanya memakan waktu bertahun-tahun. Kehadiran kanker di leher rahim pada stadium dini sering tidak menunjukkan gejala atau tanda yang khas, bahkan bisa dibilang tak ada gejala sama sekali. Sedangkan gejala-gejala yang sering timbul pada stadium lanjut antara lain terjadinya pendarahan setelah melakukan aktivitas seksual, keluar keputihan atau cairan encer dari vagina, pendarahan setelah menopause, nyeri tulang panggul dan tulang belakang, serta terjadi pembengkakan pada area kaki.
Kanker serviks kini menjadi musuh yang sangat ditakuti perempuan karena bisa mengancam nyawa. Mengerikan bukan ?.
Bahayanya kanker serviks ini sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan pencegahan dini dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih, dan jangan terlalu sering menggunakan sabun antiseptik vagina karena dapat membasmi bakteri baik yng ada di daerah tersebut.
Sampai saat ini tercatat setiap satu menit sekali wanita di dunia meninggal akibat kanker yang paling ditakuti kaum hawa ini. Selain itu penyakit kanker serviks tersebut tidak ditemukan gejala dini maupun bentuk fisik.
Faktor penyebab kanker serviks antara lain memiliki hubungan seksual dengan lebih dari satu orang, berhungan seksual di usia awal, pernah atau baru terinfeksi HPV, kondiloma atau keduanya Pengguna immunosuppressan, riwayat merokok atau kecanduan terhadap zat-zat lain, adanya displasia servikal, endometrium, vagina atau kanker vulva.
Gejala kanker serviks antara lain terjadi perdarahan vagina pada masa menopause atau pada saat menstruasi, darah berbau amis keluar dari vagina, nyeri, perdarahan setelah hubungan seksual, teraba ada massa di vagina.
Penanganan kanker serviks adalah operasi mengangkat servik dan rahim sekaligus kelenjar limpa sekitarnya, kemudian kemoterapi. Sedangkan antisipasi dini yang bisa dilakukan kaum hawa untuk bisa mengetahui apakah dirinya terkena kanker serviks yakni dengan cara melakukan tes papsmear. Hanya dengan cara inilah para wanita dapat mengetahui apakah terkena kanker servik yang mematikan atau tidak.
Sebelum sel-sel tersebut menjadi sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan itu biasanya memakan waktu bertahun-tahun. Kehadiran kanker di leher rahim pada stadium dini sering tidak menunjukkan gejala atau tanda yang khas, bahkan bisa dibilang tak ada gejala sama sekali. Sedangkan gejala-gejala yang sering timbul pada stadium lanjut antara lain terjadinya pendarahan setelah melakukan aktivitas seksual, keluar keputihan atau cairan encer dari vagina, pendarahan setelah menopause, nyeri tulang panggul dan tulang belakang, serta terjadi pembengkakan pada area kaki.
Kanker serviks kini menjadi musuh yang sangat ditakuti perempuan karena bisa mengancam nyawa. Mengerikan bukan ?.
Bahayanya kanker serviks ini sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan pencegahan dini dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih, dan jangan terlalu sering menggunakan sabun antiseptik vagina karena dapat membasmi bakteri baik yng ada di daerah tersebut.
Sampai saat ini tercatat setiap satu menit sekali wanita di dunia meninggal akibat kanker yang paling ditakuti kaum hawa ini. Selain itu penyakit kanker serviks tersebut tidak ditemukan gejala dini maupun bentuk fisik.
Faktor penyebab kanker serviks antara lain memiliki hubungan seksual dengan lebih dari satu orang, berhungan seksual di usia awal, pernah atau baru terinfeksi HPV, kondiloma atau keduanya Pengguna immunosuppressan, riwayat merokok atau kecanduan terhadap zat-zat lain, adanya displasia servikal, endometrium, vagina atau kanker vulva.
Gejala kanker serviks antara lain terjadi perdarahan vagina pada masa menopause atau pada saat menstruasi, darah berbau amis keluar dari vagina, nyeri, perdarahan setelah hubungan seksual, teraba ada massa di vagina.
Penanganan kanker serviks adalah operasi mengangkat servik dan rahim sekaligus kelenjar limpa sekitarnya, kemudian kemoterapi. Sedangkan antisipasi dini yang bisa dilakukan kaum hawa untuk bisa mengetahui apakah dirinya terkena kanker serviks yakni dengan cara melakukan tes papsmear. Hanya dengan cara inilah para wanita dapat mengetahui apakah terkena kanker servik yang mematikan atau tidak.
Mungkinkah Pria Juga Dapat Terkena Kanker Payudara?
Kanker payudara tak lagi cuma mengancam kaum wanita, namun pria pun juga jadi incaran kanker yang jadi momok di seluruh dunia ini. Mutasi gen BRCA 1 dan BRCA 2 dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Mutasi gen ini tidak hanya dapat terjadi pada perempuan, laki-laki pun memiliki risiko yang sama. Walaupun hanya berisiko 1 persen, namun laki-laki juga dapat megalami kanker payudara.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa laki-laki yang membawa mutasi gen BRCA 2 akan lebih berisiko mengalami kanker payudara.
Kini, penelitian terbaru menyebutkan bahwa mutasi gen BRCA 1 juga menyebabkan risiko yang sama. Peneliti dari Chen from Johns Hopkins School of Medicine in Baltimore, Maryland, Dr Sining meneliti 1.939 keluarga, termasuk 97 laki-laki dengan kanker payudara. Wah ternyata bukan hanya wanita yng harus takut dengan penyakit ini tapi laki-laki juga harus berhati-hati. Keseluruhan kelompok umur, rata-rata laki-laki akan berisiko sama mengalami kanker payudara.
Pada laki-laki berusia antara 30-40-an resiko penyakit ini akan semakin berkurang seiring meningkatnya usia. Sebagai contoh, pada laki-laki pembawa mutasi gen BRCA 2 berumur 30 akan berisiko 22 kali menjadi kanker payudara dibandingkan pembawa risiko berusia 70 tahun.
Jadi penyakit Kanker Payudara juga termasuk daftar penyakit yang akan menyerang kaum pria. Tak hanya wanita laki-laki harusla menjaga kesehatan dan bila perlu memeriksakan diri ke dokter jika ada gejala-gejala yng tidaklah wajar.
Memang penderita kanker payudara pria tidak sebanyak wanita, Namun, tiga pemicu penyakit ini haruslah di hindari Yaitu :
~ Pria yng terkena radiasi di bagian dada memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, dibandingkan pria yang belum pernah terkena radiasi.
Penelitian 'Male Breast Cancer Inscidence Among Atomic Bomb Survivors', yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute menunjukkan, orang yang terkena radiasi bom atom di Jepang memiliki risiko yang lebih tinggi terkena payudara.
~ Level estrogen yang tinggi menyebabkan peningkatan pembelahan sel payudara. Kondisi ini meningkatkan risiko kelainan sel yang dapat berkembang menjadi sel kanker.
Pemicu peningkatan estrogen pada pria meliputi konsumsi obat-obatan, penyakit hati dan sindrom klinefelter. Obesitas juga dapat menyebabkan peningkatan kadar estrogen, karena sel-sel lemak diubah tubuh menjadi estrogen.
~ Gen BRCA1 dan BRCA2 diketahui sebagai penyebab pada beberapa kasus kanker payudara. Mewarisi gen tersebut dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada pria.
Menurut National Cancer Institute, seseorang yang keluarganya memiliki riwayat kanker payudara, memiliki risiko terkena kanker payudara sebesar 5-10 persen. American Cancer Society memperkirakan bahwa satu dari lima pria yang menderita kanker payudara, bersaudara dekat dengan laki-laki atau perempuan yang juga terkena kanker payudara.
Bagai mana pria, anda kawatir kan ? ^_^
Mutasi gen ini tidak hanya dapat terjadi pada perempuan, laki-laki pun memiliki risiko yang sama. Walaupun hanya berisiko 1 persen, namun laki-laki juga dapat megalami kanker payudara.
Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa laki-laki yang membawa mutasi gen BRCA 2 akan lebih berisiko mengalami kanker payudara.
Kini, penelitian terbaru menyebutkan bahwa mutasi gen BRCA 1 juga menyebabkan risiko yang sama. Peneliti dari Chen from Johns Hopkins School of Medicine in Baltimore, Maryland, Dr Sining meneliti 1.939 keluarga, termasuk 97 laki-laki dengan kanker payudara. Wah ternyata bukan hanya wanita yng harus takut dengan penyakit ini tapi laki-laki juga harus berhati-hati. Keseluruhan kelompok umur, rata-rata laki-laki akan berisiko sama mengalami kanker payudara.
Pada laki-laki berusia antara 30-40-an resiko penyakit ini akan semakin berkurang seiring meningkatnya usia. Sebagai contoh, pada laki-laki pembawa mutasi gen BRCA 2 berumur 30 akan berisiko 22 kali menjadi kanker payudara dibandingkan pembawa risiko berusia 70 tahun.
Jadi penyakit Kanker Payudara juga termasuk daftar penyakit yang akan menyerang kaum pria. Tak hanya wanita laki-laki harusla menjaga kesehatan dan bila perlu memeriksakan diri ke dokter jika ada gejala-gejala yng tidaklah wajar.
Memang penderita kanker payudara pria tidak sebanyak wanita, Namun, tiga pemicu penyakit ini haruslah di hindari Yaitu :
~ Pria yng terkena radiasi di bagian dada memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, dibandingkan pria yang belum pernah terkena radiasi.
Penelitian 'Male Breast Cancer Inscidence Among Atomic Bomb Survivors', yang diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute menunjukkan, orang yang terkena radiasi bom atom di Jepang memiliki risiko yang lebih tinggi terkena payudara.
~ Level estrogen yang tinggi menyebabkan peningkatan pembelahan sel payudara. Kondisi ini meningkatkan risiko kelainan sel yang dapat berkembang menjadi sel kanker.
Pemicu peningkatan estrogen pada pria meliputi konsumsi obat-obatan, penyakit hati dan sindrom klinefelter. Obesitas juga dapat menyebabkan peningkatan kadar estrogen, karena sel-sel lemak diubah tubuh menjadi estrogen.
~ Gen BRCA1 dan BRCA2 diketahui sebagai penyebab pada beberapa kasus kanker payudara. Mewarisi gen tersebut dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada pria.
Menurut National Cancer Institute, seseorang yang keluarganya memiliki riwayat kanker payudara, memiliki risiko terkena kanker payudara sebesar 5-10 persen. American Cancer Society memperkirakan bahwa satu dari lima pria yang menderita kanker payudara, bersaudara dekat dengan laki-laki atau perempuan yang juga terkena kanker payudara.
Bagai mana pria, anda kawatir kan ? ^_^
Mengenali Gejala Kanker Otak
sering sakit kepala? bahkan terkadang muntah-muntah. Waspadai gejala tersebut, karena bisa jadi Anda terkena penyakit tumor otak yang dapat menyebabkan kanker otak. Penyakit yang sangat mematikan.
kanker otak, terdapat sel-sel tubuh yang tumbuh secara tidak normal. Penyakit ini memang tidak menimpa banyak orang, tetapi dalam penyebarannya, kanker ini sangat menakutkan. Terdapat perbedaan antara tumor di otak dengan tumor di tempat lainnya. Pada tumor otak dibatasi dengan tulang kepala sehingga terdapat suatu masa akan menekan jaringan otak,
apakah itu darah atau tumor.
Proses penekanan di otak akan menyebabkan pasien menderita sakit kepala pada
awalnya, dan juga mengalami muntah-muntah yang proyektil. Maksudnya
pasien muntah tidak sedang makan. Penyebab timbulnya penyakitini, berdasarkan teori, dapat
terjadi karena adanya kelainan genetik, bawaan sejak lahir seperti craniopharyngioma dan lain-lain, virus maupun faktor etnis. Ini pun
masih belum dipastikan.
Gejala yang umum dapat terlihat berupa sakit kepala dan muntah-muntah yang proyektil.
Kemudian jika mengenai daerah motorik ada gejala kelemahan anggotagerak sampai kelumpuhan, penurunan penglihatan sampai kebutaan, hilangnya keseimbangan, kesemutan, sampai tidak berasa sama sekali, gangguan penciuman, gangguan bicara kalau terkena di area atau pusat bicara, hingga turunnya kesadaran bila yang terkena batang otaknya.
Berdasarkan jenisnya penyakit tumor otak ini terbagi dua, ada tumor jinak: misalnya meningioma, cavernous angioma, astrocytoma grade rendah (1,2), adenoma hipofise,
acustic neurinoma, dan tumor ganas glioblastoma. Sedangkan berdasarkan lokasinya dibagi
menjadi dua, yaitu tumor supratentorial dan tumor infratentorial.
Artinya tumor di atas tentorium atau pada otak besar, dan tumor yang
ada di bawah tentorium, yakni otak kecil dan batang otak.
Jjenis tumor otak yang paling parah di antara lain adalah glioblatoma (astrocytoma grade 4), dan neuroblastoma. Tapi kalau tumor ini letaknya di otak besar mungkin gejala yang timbul lambat.
Nah, jika tumor ini terletak di otak kecil, maka gejalanya akan cepat terlihat. Tumor jenis glioblastoma, lebih sering mengenai otak besar, sedangkan acustic neurinoma akan menyerang
saraf pendengaran si penderita, sehingga letaknya di otak kecil.
Penyakit tumor otak pada prinsipnya dapat disembuhkan. Dengan melakukan
tindakan operasi dengan mengambil semua jaringan tumor, kecuali yang
ganas karena meskipun kita telah mengambil total, nanti akan tumbuh
lagi.
Selain itu penderita kanker otak dapat mengalami keadaan depresi,
delirium, demensia, ataupun kejang. Kanker otak merupakan salah satu
kanker yang paling ditakuti. Kanker atau tumor otak bisa mengenai semua
bagian otak tentunya. Perubahan pada daya intelektual
juga bisa terjadi pada pasien kanker otak ini. Hanya saja perubahan
daya intelektualnya tergantung dari letak tumornya sendiri. Jika
terdapat di daerah frontal atau bagian depan otak, di mana banyak
terdapat fungsi intelektual dan perasaan, maka bisa mengalami gangguan
dalam fungsi intelektual termasuk daya ingat.
kanker otak, terdapat sel-sel tubuh yang tumbuh secara tidak normal. Penyakit ini memang tidak menimpa banyak orang, tetapi dalam penyebarannya, kanker ini sangat menakutkan. Terdapat perbedaan antara tumor di otak dengan tumor di tempat lainnya. Pada tumor otak dibatasi dengan tulang kepala sehingga terdapat suatu masa akan menekan jaringan otak,
apakah itu darah atau tumor.
Proses penekanan di otak akan menyebabkan pasien menderita sakit kepala pada
awalnya, dan juga mengalami muntah-muntah yang proyektil. Maksudnya
pasien muntah tidak sedang makan. Penyebab timbulnya penyakitini, berdasarkan teori, dapat
terjadi karena adanya kelainan genetik, bawaan sejak lahir seperti craniopharyngioma dan lain-lain, virus maupun faktor etnis. Ini pun
masih belum dipastikan.
Gejala yang umum dapat terlihat berupa sakit kepala dan muntah-muntah yang proyektil.
Kemudian jika mengenai daerah motorik ada gejala kelemahan anggotagerak sampai kelumpuhan, penurunan penglihatan sampai kebutaan, hilangnya keseimbangan, kesemutan, sampai tidak berasa sama sekali, gangguan penciuman, gangguan bicara kalau terkena di area atau pusat bicara, hingga turunnya kesadaran bila yang terkena batang otaknya.
Berdasarkan jenisnya penyakit tumor otak ini terbagi dua, ada tumor jinak: misalnya meningioma, cavernous angioma, astrocytoma grade rendah (1,2), adenoma hipofise,
acustic neurinoma, dan tumor ganas glioblastoma. Sedangkan berdasarkan lokasinya dibagi
menjadi dua, yaitu tumor supratentorial dan tumor infratentorial.
Artinya tumor di atas tentorium atau pada otak besar, dan tumor yang
ada di bawah tentorium, yakni otak kecil dan batang otak.
Jjenis tumor otak yang paling parah di antara lain adalah glioblatoma (astrocytoma grade 4), dan neuroblastoma. Tapi kalau tumor ini letaknya di otak besar mungkin gejala yang timbul lambat.
Nah, jika tumor ini terletak di otak kecil, maka gejalanya akan cepat terlihat. Tumor jenis glioblastoma, lebih sering mengenai otak besar, sedangkan acustic neurinoma akan menyerang
saraf pendengaran si penderita, sehingga letaknya di otak kecil.
Penyakit tumor otak pada prinsipnya dapat disembuhkan. Dengan melakukan
tindakan operasi dengan mengambil semua jaringan tumor, kecuali yang
ganas karena meskipun kita telah mengambil total, nanti akan tumbuh
lagi.
Selain itu penderita kanker otak dapat mengalami keadaan depresi,
delirium, demensia, ataupun kejang. Kanker otak merupakan salah satu
kanker yang paling ditakuti. Kanker atau tumor otak bisa mengenai semua
bagian otak tentunya. Perubahan pada daya intelektual
juga bisa terjadi pada pasien kanker otak ini. Hanya saja perubahan
daya intelektualnya tergantung dari letak tumornya sendiri. Jika
terdapat di daerah frontal atau bagian depan otak, di mana banyak
terdapat fungsi intelektual dan perasaan, maka bisa mengalami gangguan
dalam fungsi intelektual termasuk daya ingat.
Langganan:
Postingan (Atom)