Efek Samping Obat

Efek Samping Obat - Jika anda terserang suatu penyakit tiba-tiba, tak lain yng ada di pikiran anda pasti adalah meminum obat sesegera mungkin. Tapi apakah anda tahu sebenarny obat itu ada efek sampingny. :?

Di maksud dengan Efek Samping Obat adalah dampak lain dari obat tersebut.Hal tersebut merupakan hasil interaksi yng kompleks antara molekul obat dengan tempat kerjany yng spesifik dalam sistem biologik tubuh. Misalkan saat mengalami batuk anda meminum obat batuk, namun saat obat ini bekerja menyembuhkan batuk dampak lainny adalah membuat anda juga mengantuk.

Sama seperti Efek Samping Obat Kuat Pria, dapat menambah stamina atau keperkasaan pria namun di balik itu obat kuat pria bisa membuat peminumnya terkena penyakit-penyakit lain bahkan bisa menyebabkan kematian jika si pengguna tidak melalui resep dokter.

Efek samping obat secara umum dibagi menjadi 2 yaitu :


~ Efek samping dapat diperkirakan :

1. Efek farmakologi yang berlebihan (disebut juga efek toksik) dapat disebabkan karena pemberian dosis relatif yang terlalu besar bagi pasien yang bersangkutan (terutama kelompok pasien dengan resiko tinggi, seperti bayi, usia lanjut, pasien dengan penurunan fungsi ginjal atau hati

2. Gejala penghentian obat (withdrawal syndrome) merupakan suatu kondisi dimana munculnya gejala penyakit semula disebabkan karena penghentian pemberian obat. Tindakan pemberhentian penggunaan obat hendaknya dilakukan secara bertahap.

3. Efek samping yang tidak berupa efek farmakologi utama, untuk sebagian besar obat umumnya telah dapat diperkirakan berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan secara sistematik sebelum obat mulai digunakan untuk pasien. Efek-efek ini umumnya dalam derajad ringan namun angka kejadiannya bisa cukup tinggi. Misalnya, rasa kantuk setelah pemakaian antihistamin; iritasi lambung pada penggunaan obat-obat kortikosteroid; dll.

~ Efek samping tidak dapat diperkirakan :

1. Reaksi Alergi, terjadi sebagai akibat dari reaksi imunologi. Reaksi ini tidak dapat diperkirakan sebelumnya, seringkali sama sekali tidak tergantung dosis dan bervariasi pengaruhnya antara satu pasien dengan yang lainnya.

2. Reaksi karena faktor genetik. Pada orang-orang tertentu dengan variasi atau kelainan genetik, suatu obat mungkin dapat memberikan efek farmakologik yang berlebihan. Efek obatnya sendiri dapat diperkirakan, namun subjek yang mempunyai kelainan genetik seperti ini yang mungkin sulit dikenali tanpa pemeriksaan spesifik.

3. Reaksi idiosinkratik. Istilah idiosinkratik digunakan untuk menunjukkan suatu kejadian efek samping yang tidak lazim, tidak diharapkan atau aneh, yang tidak dapat diterangkan atau diperkirakan mengapa bisa terjadi. Jadi reaksi ini dapat terjadi diluar dugaan. Meski demikian, reaksi ini relatif sangat jarang terjadi.

Cara mengatasi efek samping obat?


Efek samping dari obat dapat terlihat dari berbagai bentuk dan berbagai tingkatan. Ada yang ringan seperti mengantuk, batuk-batuk, mual, gatal-gatal, sampai yang berat seperti syok anafilaksis, gangguan dalam sistem darah, sampai kematian.

Efek samping mengantuk misalnya, mungkin tidak perlu pengatasan, bahkan seringkali dimanfaatkan pasien untuk bisa istirahat. Efek samping meningkatkan nafsu makan malah kadang dimanfaatkan untuk memicu nafsu makan anak yang ngga doyan makan. Tapi efek samping yang menganggu seperti mual bahkan sampai muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi misalnya, mau tak mau harus dicegah atau diatasi dengan obat anti mual, karena kemoterapinya itu sendiri juga tak mungkin dihentikan sebelum waktunya.

Dan jika efek samping suatu obat bisa mengancam jiwa, tentu obatnya harus dihentikan dan dicarikan alternatifnya yang lebih kecil efek sampingnya. Untuk hal ini tentu harus dikonsultasikan dengan dokter penulis resepnya.

Efek samping khas obat dapat dibaca pada leaflet/kemasan obat, atau dapat pula ditanyakan kepada apoteker saat membeli obat. Hampir semua obat memiliki informasi tentang efek samping yang mungkin ditimbulkannya. Yang agak susah adalah jika terjadi reaksi alergi. Tapi Anda boleh menggunakan patokan riwayat alergi keluarga, karena sifat alergi ini biasanya menurun. Nah jika sekirany penyakit alergi turun pada anda sebaikny anda berhati-hati membeli obat bebas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar